Pertanyaan Dinda
Apakah Dinda salah telah jatuh cinta?
Jatuh cinta itu indah… menyenangkan… mencipta ukiran senyum di hati dan di pipi… memberi semangat dalam menjalani hari… membuat kita punya alasan untuk terus hidup…
Tuhan memang benar-benar jenius dan terlalu kreatif untuk bisa menciptakan indahnya rasa ini.
Sekarang Dinda sedang jatuh cinta.
Dan ia membalas cinta Dinda.
Dinda sangat senang sekali. Tuhan telah mengabulkan doa Dinda. Ia buka dewa, tapi bagi Dinda ia lah sang dewa. Ia bukan malaikat, tapi bagi Dinda ia adalah malaikat. Ia juga bukan manusia setengah dewa, tapi bagi Dinda ia dewa setengah manusia. Kekurangannya tak luput terlihat, tapi kelebihannya jauh lebih memikat. Ia lelaki yang sempurna bagi Dinda…
Sekarang Dinda benar-benar dimabuk cinta…
Hilang segala idealisme.
Segala lagu cadas nan keras, berganti menjadi lagu cinta.
Ternyata sepasang lebih bahagia ketimbang lajang.
Segala dijalani berdua.
Dinda berada di bawah pengaruh alkohol cinta.
Permainannya dengan banyak pria telah berakhir. Ia telah berhenti menjadi player, yang berganti cowok setiap 3 bulan, tanpa mau terikat komitmen dengan mereka.
Bersama sang lelaki, ia telah menjadi pemuja cinta.
Apakah Dinda salah dimabuk oleh cinta?
Apakah Dinda telah bodoh membiarkan cinta merasuk sukma?
Sekarang Dinda tengah patah hati.
Sang lelaki telah mengkhianati cintanya.
Kecewa karena perkataan sang lelaki tidak dapat dipercaya.
Kecewa karena Dinda terlalu naif.
Jiwa Dinda terluka.
Apakah ini rasanya sakit hati, begitu sesak dan sedih?
Apakah ini saatnya Dinda harus mengucapkan selamat tinggal pada cinta?
Ataukah harus memberi kesempatan pada maaf?
Entahlah....
Tapi jika Dinda boleh memilih, Dinda tidak akan memberikan kesempatan kepada maaf...
Lynn de Chantal


Tidak ada komentar:
Posting Komentar