Mengenai Saya

Foto saya
Owner & founder Holy Browny >> COKLAT BROWNIES pertama di Indonesia. Perpaduan coklat & brownies yg fudgy, yummy, & nyoklat banget. Setengah coklat, setengah brownies. Varian: Coklat, Coklat Keju, & Coffee with Chocochips. Dingin lebih nikmat. Silahkan difrozen / ditaruh di kulkas dulu. Untuk merasakan sensasi melted-nya, bisa dipanaskan dulu di rice cooker, microwave, atau oven. Tanpa bahan pengawet & pemanis buatan. Made with real chocolate. Bisa dikirim ke seluruh Indonesia. Untuk info, order, atau reseller please contact me: 088801007073 / BB: 316BE05C, WA: 088801007073, LINE ID: lynnchantal, YM: lynndechantal@yahoo.com, Twitter: @LynnChantal / @HolyBrowny You will surprise when eat this!

Kamis, 26 Februari 2009

Pernah gak sih kita berpikir tentang aturan-aturan yang ada di masyarakat, padahal kita sendiri gak ngerti kenapa aturan-aturan itu dibuat: Orang-orang yang berbeda dengan kita berbahaya; mereka dari suku lain; mereka menginginkan tanah kita dan wanita-wanita kita. Kita harus menikah, punya anak, mengembangkan keturunan. cinta itu kecil, satu orang sudah cukup, dan pemikiran bahwa hati sesungguhnya lebih besar dari itu dianggap penyimpangan. Bila kita menikah, kita diberi kekuasaan untuk mengambil alih milik orang yang kita kawini, tubuh dan jiwa. Kita harus melakukan pekerjaan yang kita benci karena kita bagian dari masyarakat yang teratur, dan kalau semua orang hanya melakukan apa yang mereka senangi, dunia akan mandek. Kita harus beli perhiasan; itu menjadi tanda pengenal kita sebagai anggota suku, seperti tindik badan menandai suku lain. Kita harus selalu menyenangkan setiap waktu, dan mencibir pada mereka yang mencurahkan perasaan mereka yang sebenarnya; sangat berbahaya bagi suku apabila memperbolehkan anggotanya menunjukkan perasaan mereka yang sebenarnya. Apa pun yang terjadi kita tidak boleh bilang "Tidak", karena orang lebih suka pada mereka yang selalu bilang "Ya", dan itu memungkinkan kita tetap bertahan selamat di tengah lingkungan berbahaya. Apa yang dipikir orang lain lebih penting daripada apa yang kita rasakan. Jangan pernah membuat keributan, itu hanya akan menarik perhatian suku musuh kita. Kalau kau bersikap beda, kau akan diusir, dari suku karena kau bisa menulari orang lain dan menghancurkan sesuatu yang dari awalnya sudah sangat sulit diatur. Kita harus selalu memikirkan penampilan gua kita yang baru, dan kalau kita tidak punya ide sendiri, kita harus memanggil dekorator yang sedapat mungkin akan berusah menunjukkan pada orang-orang lain bahwa kita punya selera tinggi. Kita harus makan tiga kali sehari, walaupun kita belum lapar, dan kalau tubuh kita tidak sesuai dengan apa yang saat ini dianggap sebagai tubuh cantik yang ideal, kita harus puasa, walaupun kita hampir mati kelaparan. Kita harus berpakaian sesuai mode, harus bercinta entah saat itu kita sedang ingin atau tidak, membunuh orang lain demi mempertahankan batas negara kita, berharap waktu cepat berlalu sehingga masa pensiun cepat datang, memilih politikus, mengeluhkan tingginya biaya hidup, mengganti model rambut kita, mengkritik siapa pun yang tampak beda, pergi ke upacara keagamaan pada hari Minggu, Sabtu, atau Jumat, tergantung agama kita, dan disana memohon pengampunan atas dosa-dosa kita dan menggembungkan diri kita dengan kebanggaan karena Kita tahu mana yang benar dan menghina suku lain yang menyembah Tuhan palsu. anak-anak kita harus mengikuti langkah kita: sebab kita lebih tua dan lebih tahu tentang dunia. Kita harus punya gelar sarjana, walaupun kita takkan pernah mendapat pekerjaan di bidang pengetauan yang dipaksakan pada kita untuk kita pelajari. Kita harus belajar hal-hal yang takkan pernah kita gunakan, tapi yang kata orang lain penting diketahui: aljabar, trigonometri, undang-undang Hammurabi. Kita tidak boleh membuat orangtua kita sedih, walaupun itu berarti meninggalkan segala sesuatu yang membuat kita bahagia. Kita harus memainkan musik dengan tenang, bicara dengan tenang, menangis sendirian. Paulo Coelho - The Zahir

Tidak ada komentar:

Who is to be rich?